Tampilkan postingan dengan label Investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Investasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Oktober 2010

Tips Bermain Valas/Forex

INFO DAN TIPS ANDA:
Hati-hati ketika anda sudah mulai menanamkan uang anda ke investasi yang satu ini, karena dalam bermain valas kita akan memiliki 2 peluang, yaitu memperoleh kerugian yang tidak dapat di tawar-tawar lagi dan peluang yang kedua keuntungan yang berlipat dari modal yang kita investasikan.
Nah, kadang ada orang yang nafsu ketika bermain valas, sampai-samapi mereka mengivestasikan semua uang mereka hingga tak bersisa, namun jangan coba-coba cara ini karena bisa bahaya, saya pernah mendengar cerita sesorang yang memulai dengan modal 1 Milyar namun dia masih pemula, sampai dananya menciut hingga 80juta rupaih , So, hati-hati ya .
nah berikut ini adalah tips aman bermain valas:
1. main dengan jumlah lots kecil, maksimal 0,1.
2. pastikan modal anda juga lumayan besar bergantung dari jumlah lots yang anda mainkan, yang saya sarankan adalah 0,1 nah untuk 0,1 silahkan paling tidak anda memulai dengan modal 25juta rupiah, karena bermain valas dengan modal kecil hanya akan membuang-buang uang anda, karena pergerakan valas itu galak .
3. Pasang investasi ketika berita sedang bertaraf besar, maksudnya apabila ada berita besar yang memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan valas maka silahkan anda berinvestasi sesuai prediksi dari pergerakan nilai mata uang (silahkan lihat berita di forum-forum diskusi seperti kaskus).
4. Jangan gunakan robot!.
5. jangan investasikan uang anda ketika pasar sedang stabil.
6. Jangan terlalu lama menahan Loss.
Dengan cara diatas anda dapat bermain valas dengan aman, dan bermain dengan perhitungan (karena menggunakan berita, bukan reka-reka . Dan modal yang digunakan besar namun investasi yang dipasang kecil, lebih lentur kalo loss.

Karena fluktuasi pergerakan harganya lebih dinamis dibanding dengan part yang lain. Jangan kaget kalau saya tidak memilih GBP/USD atau mungkin GBP/JPY. Alasannya mungkin sebagian besar profesional trader valas meng-amini, saya berpendapat rata-rata investor yang kalah dibisnis Trading Valas bermain di part GBP/USD atau GBP/JPY. Anda setuju?

Kalau kita memilih GBP/USD atau GBP/JPY untuk transaksi trading dengan alasan karena fluktuasinya yang cepat, kenapa tidak memilih trading Index (hangseng atau mungkin Nikkei) saja yang fluktuasinya jauh lebih cepat atau mungkin sekalian CfDs (Saham Bluechip US)?
Akan tetapi di bisnis ini Index /CfDs kita harus siap berani menanggung resiko yang jauh lebih besar dari trading valas.

Udahlah, lupakan kesalahan kita, dan jangan pernah dendam dengan kekalahan kita.Karena itu hanya akan membuat psikologi trading kita terganggu. Didalam bisnis ini selain kita harus menghindari sifat yang idealis, tidak mau menerima kesalahan sendiri, anda pasti tau didalam bisnis ini emosi sangat mempengaruhi hasil trading kita, didalam bisnis ini yang sangat perlu diperhatikan adalah harus sabar, tenang dan yakin, dan juga jangan terlalu serakah dan jangan terlalu takut

Ok, kita lanjutkan ke strategi, saya lebih memilih sell diatas daripada buy dibawah (khusus untuk part EUR/USD, EUR/JPY & USD/JPY). Karena, anda perhatikan saja pergerakan ketiga part diatas, naiknya perlahan-lahan tetapi kalau sudah jenuh diatas kemudian turunnya cepat sekali, artinya apa? Posisi sell diatas lebih cepat close trade dari buy di bawah.

Minggu, 17 Oktober 2010

Tips Sukses Investasi Properti

INFO DAN TIPS ANDA:Banyak orang beranggapan properti merupakan salah satu pilihan utama investasi terbaik. Bahkan, pada saat ekonomi pasang surut, properti tetap menjadi investasi menguntungkan.
Persoalannya, terkadang investor terjebak dalam investasi properti. Mereka bisa keliru lantaran masih menggunakan emosi saat memilih dan menentukan properti sebagai investasi.

"Sekitar 85 persen orang membeli properti karena emosi," katanya pada Seminar Smart Investment in Financial Crisis di Marketing Gallery Rasuna Epicentrum Kuningan Jakarta.
Lantas, bagaimana memilih investasi properti yang memberi hasil maksimal?

Menurut dia, ada lima unsur penting bagi calon investor untuk memilih dan menentukan investasi properti.
Pertama, calon investor harus jeli melihat waktu yang tepat untuk membeli properti. Prinsipnya adalah membeli di saat harga rendah dan menjual saat harga tinggi.

Sekarang, menurut Panangian, adalah Buyer's time atau pembeli berada di atas. Pada keadaan tersebut, harga akan tertekan secara absolut meskipun secara nominal tidak turun. "Kalau harga tahun lalu Rp 1 miliar dan tahun ini sama, artinya secara riil harga turun. Inilah waktunya membeli," katanya.
Dia memperkirakan siklus properti akan kembali booming dalam tiga empat tahun ke depan atau sekitar 2012.

Kedua, calon investor harus memilih lokasi prima. Istilah properti berdasarkan lokasi, lokasi dan lokasi menurutnya sangat tepat digunakan. Lokasi pusat kota merupakan kawasan berprospek dengan jaminan kenaikan terus menerus atau lokasi dengan kemungkinan harga akan terus meningkat dengan adanya pembangunan.
Lokasi strategis dan prospektif biasanya berada di segitiga usaha perkantoran, bisnis dan pertumbuhan ekonomi. Di Jakarta lokasi tepat untuk menanamkan investasi properti, diantaranya kawasan Central Business District (CBD), Kemang, Pondok Indah, dan Kuningan.
Ketiga, calon investor harus memperhatikan sumber pembiayaan. Di sini, investor harus kreatif apakah memilih kas, kredit atau kas bertahap untuk membiayai investasi. "Tergantung kemampuan investor dan keadaan," katanya.
Keempat, calon investor perlu mencermati apa saja jenis investasi yang berprospek. Jenis properti berupa kantor, kondominium dan ritel masih prospektif sebagai lahan investasi.
Pengembalian kapitalisasi ketiga jenis properti ini memberikan jaminan yang lebih cepat. Tingkat pengembalian apartemen dan kondominium menempati posisi teratas dengan pengembalian berkisar 8 - 12 persen. Tingkat pengembalian sewa kantor 7 - 10 persen dan ritel seperti kios dan toko sebesar 5 - 9 persen.
Kelima dan tidak kalah pentingnya memilih pengembang yang memiliki reputasi pada bisnis. Bagi calon investor penting untuk melihat pengembang agar investasi yang ditanamkan bisa menghasilkan. Ketepatan waktu, kualitas dan ketepatan sesuai kontrak harus menjadi pertimbangan utama.
Pada kondisi dimana pembeli adalah raja, Panangian menyarankan pengembang agar mendekatkan diri dengan konsumen. Caranya dengan mengikutkan investor mengawasi pembangunan dan kualitas dengan waktu delivery yang tepat.

Tips Mengenal Investasi Emas

INFO DAN TIPS ANDA:Berbicara instrumen investasi, boleh dibilang jenis yang akan dibahas kali ini dapat dikatakan berumur paling tua. Siapa yang tak kenal dengan EMAS. Dari jaman nenek moyang kita emas dijadikan sebagai alat tukar pengganti mata uang. Namun jaman sekarang emas, yang pasokannya sangat terbatas sehingga nilai intrinsiknya melebihi nilai tukarnya, sudah berubah fungsi secara umum menjadi perhiasan, terutama bagi kaum wanita.

Selain deposito, saham dan obligasi ternyata emas pun merupakan pilihan yang baik dalam berinvestasi. Sejarah membuktikan dari tahun ke tahun emas mempunyai nilai yang cenderung stabil dan bahkan dipercaya sebagai produk investasi yang tidak mempunyai efek inflasi (zero inflation effect) dalam jangka panjang. Hal itu pula yang dipercayai oleh orang tua saya sendiri. Saya masih ingat masa-masa sebelum krismon tahun 1997 waktu itu harga emas jenis Logam Mulia (LM) berada dalam kisaran Rp. 30,000,-/gram.

Namun seiring dengan bergejolaknya nilai tukar Rupiah dan inflasi yang tak terkendali, harga LM pun menjadi naik pesat pula, hingga hari ini harganya bertengger di Rp.260,000/gram bahkan sempat menyentuh level Rp.300,000-an. Jadi semakin tinggi inflasi, harga emaspun cenderung mengalami kenaikan.

Contoh sederhananya begini, mungkin ada diantara pembaca yang menyadari bahwa uang Rp. 10,000,- sebelum krismon 1997 dibandingkan saat ini di 2008 sangat jauh berbeda. Barang seharga Rp. 10,000,- di tahun 1997 sekarang ini hanya bisa terbeli dengan harga kira-kira Rp. 50,000,-. Artinya uang senilai Rp10 juta di tahun 1997 berbeda sekali nilainya dengan Rp10 juta di tahun 2008. Kalau uang yang kita miliki saat itu diinvestasikan ke dalam bentuk emas, maka dapat dikatakan dalam jangka panjang kita bisa tetap mempertahankan nilai uang yang kita miliki.

Emas juga baik untuk diversifikasi dalam berinvestasi. Jika anda saat ini sudah memiliki saham, reksadana bahkan obligasi (ORI) dalam portfolio investasi, ada baiknya juga emas dijadikan sebagai salah satu alternatif investasi. Sekarang pertanyaannya, bagaimana dengan likuiditas, volatilitas dan jangka waktu investasinya ?

Dari sisi likuiditas tidak perlu khawatir, karena emas secara fisik dapat anda temukan di toko-toko emas yang bersedia melakukan pertukaran dengan anda. Sementara dalam hal volatilitas, seperti telah disebutkan diatas emas termasuk jenis komoditas yang cenderung stabil. Namun return-nya sering dinilai sebagian orang kalah menggairahkan dibandingkan saham. Karena itulah, emas harus dipandang sebagai jenis investasi jangka panjang.

Emas adalah komoditi yang diperdagangkan diseluruh dunia, karenanya harga emas di dalam negeri mengacu kepada harga dunia. Ada dua penyebab yang dapat mempengaruhi harga emas yaitu tingkat inflasi yang tinggi akibat keadaan suatu negara yang tidak menentu dan ketersediaan pasokan komoditas tersebut yang terganggu.

Apakah semua bentuk emas fisik baik sebagai investasi ? Ada berbagai bentuk emas mulai dari perhiasan, koin dan batangan. Selain itu ada juga emas untuk keperluan naik haji atau dikenal dengan ONH. Dari semua bentuk, yang paling tinggi nilai investasinya adalah batangan atau disebut gold bar. Biasanya kadar kemurnian 24 karat (99,9%) dan harganya pun tinggi. Lazim orang menyebutnya LM (Logam Mulia). Bentuk koin mempunyai nilai dan kadar yang sama dengan batangan, namun jumlahnya terbatas sehingga sulit dijumpai dipasaran.

Bentuk perhiasan kurang tepat untuk berinvestasi karena ada ongkos pembuatan didalamnya. Ketika dijual, ongkos tersebut tidak lagi diperhitungkan sehingga nilai jual anda menjadi lebih rendah. Selain itu kemungkinan penurunan kadar emas perhiasan menambah poin minus nilai investasi anda.

Dimana kita bisa mendapatkan LM ? Secara umum, toko emas yang besar menjual LM. Alternatif lain adalah Pegadaian dan Antam (Aneka Tambang). Pegadaian cukup mudah ditemui, sedangkan Antam berlokasi di Jalan Pemuda, Pulogadung. Untuk membeli LM di Antam, anda harus mencari Unit Pengolahan dan Pemurnian Logam. Nominal yang tersediapun bervariasi mulai dari 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram dan 100 gram. Ada atau tidaknya nominal yang Anda inginkan sangat tergantung dengan ada tidaknya persediaan Antam. Semakin berat satuan LM yang anda beli, semakin murah harganya.

Pastikan LM yang anda beli bersertifikat. Setiap anda membelinya, ada kertas kecil berhologram yang menyertainya dan memiliki nomor seri. Cocokkan nomor seri dan berat yang ada dikertas tersebut dengan nomor seri yang tercetak di fisik batangan emas tersebut.

Bagaimana menyimpannya ? Emas dapat saja disimpan didalam rumah. Namun demi keamanan ada baiknya emas disimpan ke dalam SDB (safe deposit box) di Bank. Apalagi jika jumlahnya cukup banyak. Memang ini menjadi salah satu kelemahan berinvestasi emas. Jika terjadi musibah menimpa kita seperti kebakaran atau emas itu dicuri bahkan hilang entah kemana, tidak ada cara untuk melindunginya. Akibatnya dapat saja dengan mudah dijual oleh orang yang mengambilnya.

Dari pembahasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa emas tergolong investasi yang Low-risk dan berjangka waktu panjang. Tentunya ini sangat baik bagi mereka yang mempunyai risk profile konservatif maupun moderat. Walaupun masih mempunyai kelemahan seperti perlunya tempat penyimpanan yang aman contohnya Safe Deposit Box (SDB).

Semoga tulisan ini menambah pengetahuan kita dalam berinvestasi. Di lain kesempatan tim keluarga cerdas akan membahas jenis investasi yang lain. Jadi tetaplah berinvestasi !!

Tips Sebelum BerInvestasi

INFO DAN TIPS ANDA: 1. Mulailah sedini mungkin, faktor waktu memegang peranan sangat penting dalam berinvestasi. Semakin muda usia Anda berinvestasi, semakin baik hasil yang akan didapat nanti.
2. Tentukan tujuan investasi secara spesifik (rencana pendidikan, rencana pensiun, membeli rumah/apartemen, membeli kendaraan, renovasi properti, wisata, percepatan pelunasan KPR/KPA dan lainnya) sebelum memulai berinvestasi. Konsultasikan rencana-rencana ini dengan penasehat keuangan Anda
3. Tentukan jangka waktu dan target dana yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
4. Alokasikan dana untuk investasi secara konsisten, idealnya 10% hingga 30% dari pendapatan bulanan.
5. Jika Anda pemula, mulailah berinvestasi dengan cara tidak langsung sebelum berinvestasi langsung. Cara ideal adalah dengan membeli produk Reksa Dana (mulai dari Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, hingga yang lebih berisiko yakni Reksa Dana Saham), kemudian beranjak ke investasi langsung ke surat berharga (Obligasi Ritel dan Saham), hingga memulai bisnis riil sendiri atau bergabung dengan mitra bisnis yang cocok dengan Anda.
6. Pelajari secara seksama berbagai alternatif investasi beserta aspeknya, seperti tingkat risiko dan imbal hasilnya secara historis. Jangan lupa dengan ekspektasi para ahli tentang perkembangan ekonomi dan bisnis ke depan yang dipadupadankan dengan ekspektasi Anda sendiri.
7. Jika melirik investasi aset finansial, pilihlah perusahaaan investasi yang memiliki Badan Pengawas, jika Lembaga Perbankan memiliki ijin dari Bank Indonesia sedangkan Lembaga Non-Bank memiliki ijin dari Bapepam-LK.
8. “Jangan letakkan semua telur dalam satu keranjang”. Buatlah portofolio investasi sendiri yang sesuai dengan risk profile Anda.
9. Jangan pernah lupa, Potensi Keuntungan harus sejalan dengan Potensi Risiko. Jadi berhati-hatilah jika ada penawaran investasi yang memberi keuntungan tinggi tanpa risiko.
10. Lakukan pengawasan secara periodik setiap tahun untuk memantau kinerja investasi Anda. Jangan lupa untuk selalu mengkonsultasikan strategi investasi tahunan dengan penasehat keuangan Anda.