Laga tunda Liga Super Indonesia berakhir dengan kemenangan WO untuk Persik Kediri dengan skor 3-0 karena Persebaya Surabaya mundur dan tidak datang ke Palembang, Minggu (8/8).
Dengan hasil ini, kedua tim dipastikan terdegradasi. Persebaya berada di peringkat 17 dengan 36 poin, sedangkan Persik di peringkat 16 dengan 39 poin. Perolehan poin Persik sama dengan Pelita Jaya Karawang, namun Persik kalah selisih gol yang membuat Pelita melaju ke babak playoff melawan Persiram Raja Ampat pada 10 atau 11 Agustus nanti.
“Kalau ditanya jadi main atau tidak, ya jadi. Tapi tanpa kehadiran Persebaya. Persik akhirnya menang WO 3-0. Dan yang lolos ke playoff adalah Pelita Jaya,” kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, Minggu (8/8).
Sedianya, laga tersebut memang dipindah dan digelar di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Minggu (8/8). Laga ini sendiri seharusnya dimainkan di Stadion Brawijaya Kediri, Kamis (5/8) lalu, namun batal karena tak ada izin dari pihak keamanan.
Sementara itu Pelatih Persebaya,Rudy Keeltjes mengatakan timnya masih berada di Surabaya. Menurutnya mereka tidak berangkat ke Palembang karena tak mendapatkan tiket pesawat.
“Saya sudah jenuh dengan sepakbola Indonesia kalau tidak sportif. Kalau benar ya benar, kalau salah ya salah,” kata Rudy.
Senada dengan Rudy, Manajer baru Persebaya I Gede Widiade mengatakan ini adalah preseden buruk dan Persebaya menjadi korban ketidakadilan.
“Persebaya bukan tim jago kandang dan tidak akan bertindak pengecut. Tapi faktanya, Persebaya menjadi tumbal atau memang sengaja ditumbalkan. Kalau seperti ini kapan sepak bola di tanah air bisa maju,” kata Widiade.
“Keputusan memenangkan Persik adalah dagelan yang akan ditertawakan banyak orang. Ternyata dugaan kami benar, karena kejadian inilah yang diinginkan oleh mereka seolah-olah ada legitimasi hukum untuk pembenaran terhadap keputusan yang akan mereka ambil,” lanjutnya.
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Jumat, 10 September 2010
Yamaha dan Rossi?
Legenda hidup MotoGP Valentino Rossi menjelaskan alasannya hijrah ke Ducati. Baginya, hubungan kerja sama dengan Yamaha sudah berakhir dan Yamaha sudah tidak membutuhkan Rossi lagi.
Rossi yang menjadi salah satu olahragawan paling terkenal di Italia, akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Ducati di musim depan, dengan durasi kontrak dua musim. The Doctor mengakhiri kerja sama dengan Yamaha yang sudah terjalin sejak 2004.
"Saya sangat bahagia, saya sangat ingin tahu dan benar-benar termotivasi. Ini adalah tantangan baru dan saya pikir sangat menarik. Kerja sama dengan Yamaha sudah berakhir, situasi sudah banyak berubah dari saya bergabung pada 2004. Yamaha sudah memiliki pembalap bagus, dan mereka sudah tidak membutuhkan saya lagi," beber Rossi seperti dilansir autopsort,
Di musim ini Yamaha memang sangat mengandalkan Jorge Lorenzo. Rider asal Spanyol ini menjadi pimpinan klasemen MotoGP. Sementara pembalap andalan Ducati Casey Stoner, memilih menyeberang ke Repsol Honda. Keputusan itu suda diambil Stoner buan lalu.
Untuk di musim 2011, Rossi melihat adanya potensi besar bagi peluangnya mencatat prestasi dengan Ducati. "Saya pikir sangat baik jika seorang pembalap Italia mengendarai motor asal Italia. Ini akan menghibur fans Italia dan kami akan membuat mereka tersenyum," tutup The Doctor.
Miroslav Janu Melatih Arema Lagi
Miroslav Janu dipastikan melatih Arema Indonesia pada musim kompetisi Indonesia Super Liga (ISL) tahun 2010/11. Kesepakatan bakal diteken hitam di atas putih pada akhir pekan.
“Akhir minggu ini Janu datang untuk menandatangani kontrak,” kata Media Officer Arema Sudarmaji kepada wartawan di Sekretariat Arema Indonesia, Rabu (11/8/2010).
Alasan pemilihan Janu sebagai pelatih menggantikan Robert Rene Albert, yang kini hijrah ke PSM Makassar, salah satunya dikarenakan Janu telah memahami betul karakteristik Arema. Sebelum ini pria asal Republik Ceko itu memang sudah pernah menangani tim tersebut saat masih bernama Arema Malang.
Selain mendapatkan Janu, Sudarmaji juga memastikan bahwa Kurnia Mega, Piere Njanka, Gullien Esteban Tejera, Noh Alam Shah, M. Ridhuan, serta Roman Chmelo akan memperkuat Arema Indonesia musim depan.
“Semua para pemain ini dipastikan bermain dengan Arema musim depan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, manajemen sendiri berkeinginan tetap mempertahankan skuad yang ada sehingga tidak merubah penampilan atau gaya permainan Arema di musim depan. “Manajemen tetap berusaha mempertahankan komposisi pemain yang ada sebelumnya,” lugas Sudarmaji.
“Akhir minggu ini Janu datang untuk menandatangani kontrak,” kata Media Officer Arema Sudarmaji kepada wartawan di Sekretariat Arema Indonesia, Rabu (11/8/2010).
Alasan pemilihan Janu sebagai pelatih menggantikan Robert Rene Albert, yang kini hijrah ke PSM Makassar, salah satunya dikarenakan Janu telah memahami betul karakteristik Arema. Sebelum ini pria asal Republik Ceko itu memang sudah pernah menangani tim tersebut saat masih bernama Arema Malang.
Selain mendapatkan Janu, Sudarmaji juga memastikan bahwa Kurnia Mega, Piere Njanka, Gullien Esteban Tejera, Noh Alam Shah, M. Ridhuan, serta Roman Chmelo akan memperkuat Arema Indonesia musim depan.
“Semua para pemain ini dipastikan bermain dengan Arema musim depan,” ungkapnya.
Dia menambahkan, manajemen sendiri berkeinginan tetap mempertahankan skuad yang ada sehingga tidak merubah penampilan atau gaya permainan Arema di musim depan. “Manajemen tetap berusaha mempertahankan komposisi pemain yang ada sebelumnya,” lugas Sudarmaji.
Langganan:
Postingan (Atom)