Tampilkan postingan dengan label Tips Kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Kanker. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 November 2010

Mesothelioma Radiation Treatment

Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia: mesothelioma pilihan pengobatan bervariasi, bahwa tidak semua mengingat bahwa kebanyakan kasus mesothelioma juga pada tahap akhir dari penyakit ini didiagnosis, jika operasi pengangkatan tumor tidak mungkin lagi. Radiasi, radiasi eksternal dan brachytherapy, umumnya dianggap relatif produktif untuk meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang umur panjang pasien.

Brachytherapy adalah penempatan internal radiasi. Sebuah perangkat kecil memberikan aliran radiasi ditampilkan saat melihat kanker aktif. Brachytherapy telah terbukti lebih efektif daripada bentuk-bentuk lain dari radiasi, karena akan menempatkan kontrol lebih besar dan mampu, di pusat sel-sel kanker. Keakuratan brachytherapy telah membaik peluang pasien sekitar 8% dalam beberapa kasus.

Mesothelioma perawatan tidak mudah pada tubuh, dan brachytherapy tidak terkecuali. Terapi radiasi eksternal dapat sering efektif dalam kasus-kasus dimana tidak brachytherapy tepat atau dibuat aman. Dalam kedua kasus, ini bentuk pengobatan mesothelioma hanyalah salah satu pilihan. Ada pilihan bedah, mesothelioma, dan beberapa pasien lebih memilih yang sebanyak mungkin dari kanker dikeluarkan dari tubuh. Sementara tabungan ini tidak selalu cukup untuk mengeluarkan kanker hidup, mungkin pasien lebih nyaman, terutama jika pengobatan lainnya termasuk mesothelioma.


Brachytherapy pada dasarnya baru dibandingkan dengan radiasi eksternal, dan beberapa pasien merasa lebih untuk opsi-opsi pengobatan yang dianggap untuk memutuskan waktu, meskipun brachytherapy hanya memiliki beberapa komplikasi sejak awal.

Brachytherapy memiliki sekitar jumlah yang sama komplikasi seperti radiasi eksternal telah, terutama risiko infeksi atau risiko yang menawarkan sekunder yang diperlukan.

Ini tidak lebih rumit dari efek buruk radiasi eksternal. Terapi radiasi eksternal mengharuskan pasien ke pusat kanker atau rumah sakit untuk perawatan mesothelioma mereka untuk pergi. Brakiterapi perawatan tidak memerlukan paparan kronis, meskipun mereka memerlukan pemantauan rutin.

Dalam membentuk program pengobatan mesothelioma, yang terbaik adalah selalu untuk mencoba untuk membuat keputusan tentang pilihan pengobatan untuk apa yang terbaik bagi pasien, tetapi seperti apa yang pasien mampu asuransi atau dasar pasien. Sayangnya, perawatan mesothelioma sangat mahal, dan keputusan pasien sering dapat dikecualikan dari biaya dan tidak preferensi. Ini merupakan downside disayangkan untuk perbaikan dalam perawatan mesothelioma, teknologi yang lebih maju pengobatan mesothelioma mungkin lebih mahal itu akan sering. Ini tidak benar dalam setiap kasus, telah diambil itu lebih dekat dengan norma.

Karena perawatan mesothelioma mahal, tidak semua korban mesothelioma berada dalam posisi untuk perawatan mesothelioma mereka butuhkan, atau akan menjadi yang terbaik untuk menerima bagi mereka. radiasi eksternal, brakiterapi, pembedahan dan kemoterapi hanya agak mahal dibandingkan dengan perawatan lainnya, mesothelioma, tapi ketika beberapa pilihan pengobatan diusulkan, biaya meningkat saja.
Seringkali, beberapa pilihan pengobatan terlalu mahal bagi sebagian besar korban mesothelioma, bahkan dengan asuransi kesehatan.

Mereka harus melaporkan kemudahan brakiterapi disukai 78% belajar iradiasi tentang eksternal. Mereka yang lebih memilih untuk meninggalkan iradiasi eksternal mengutip ketidaknyamanan mereka dengan merilis kronis radiasi dalam tubuh mereka. Kursus ilmu kedokteran, teori bahwa radiasi disampaikan canggih dan tepat, dan bukan kemungkinan radiasi diuji secara acak di seluruh tubuh.
Beberapa pasien harus tahu lebih nyaman dengan terapi radiasi eksternal, radiasi dari luar tubuhnya dikendalikan dan ketika pengobatan selesai, radiasi selesai.

Pemilihan perlakuan terbaik mesothelioma melibatkan keputusan tentang kelayakan keuangan yayasan, stres dan tol adalah mungkin untuk mengambil itu di tubuh, persentase efisiensi dan kemampuan pasien untuk emosional melawan perlakuan yang diusulkan. Pilihan antara brachytherapy dan terapi radiasi eksternal adalah keputusan yang hanya korban mesothelioma serta anggota keluarga mereka pada akhirnya dapat membuat. Saran dari dokter dan profesional lainnya dapat mempertimbangkan faktor, tetapi mesothelioma korban berada dalam posisi yang terjadi pada tubuh sendiri untuk mengambil.

Meskipun keberhasilan brachytherapy dan kenyamanan untuk pasien dengan radiasi eksternal, perawatan mesothelioma biasanya tidak menyembuhkan. ekstensi Hidup dan membuat pasien senyaman mungkin adalah tujuan mesothelioma pengobatan.

Mengenal Penyakit Mematikan Mesothelioma

Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia: Mesothelioma adalah sebuah asbes-kanker yang disebabkan dari membran yang mengelilingi banyak dari organ vital tubuh. Ini membran, yang dikenal sebagai mesothelium, mengeluarkan cairan pelumas yang memberikan gerakan mudah dari organ-organ dalam tubuh. Ketika mesothelium menjadi kanker, itu disebut mesothelioma. Sekitar paru-paru, mesothelium disebut pleura dan bentuk disebut mesothelioma mesothelioma rongga dada, di perut, itu adalah peritoneum dan kanker disebut mesothelioma peritoneal, lapisan di sekitar jantung pericardium dan mesothelioma ada diidentifikasi sebagai perikardial mesothelioma. Ada juga jaringan mesothelial di organ reproduksi: pada laki-laki, jaringan ini disebut tunika vaginalis testis dan pada wanita yang tunika serosa uteri. Mesothelioma dari jaringan reproduksi hanya disajikan pada laki-laki, sehingga dikenal sebagai mesothelioma dari tunika vaginalis.

Mesothelioma adalah keganasan menyebar dan menyebar sendiri di seluruh area jaringan. Beberapa jenis kanker dicirikan oleh massa, tumor tunggal padat, sedangkan ganas mesothelioma menyajikan sebagai invasi sejumlah besar massa yang lebih kecil di seluruh wilayah keseluruhan. Sifat diffuse mesothelioma memiliki implikasi penting bagi bagaimana pengobatan, seperti ekstraksi bedah lengkap kanker sulit.

Senin, 18 Oktober 2010

Terapi Kanker Dengan Jahe

INFO DAN TIPS ANDA:Jahe dapat digunakan dalam terapi kanker yang fungsinya untuk membunuh sel kanker ovarium sementara komponen yang terdapat pada cabai diduga dapat mengecilkan atau menyusutkan tumor pankreas. Demikian kata Dr. Rebecca Liu, asisten profesor pada bidang obstetri and ginekologi di Universitas Michigan Comprehensive Cancer Center, AS, dan timnya, yang melakukan tes terhadap bubuk jahe yang dilarutkan dan diberikan pada kultur sel kanker ovarium.

Dalam studi itu menyebutkan bahwa terdapat bukti berbagai makanan pedas atau panas bermanfaat dalam terapi kanker dimana cara kerja adalah dengan menghambat pertumbuhan kanker. Studi itu meneliti efektivitas jahe terhadap sel penderita kanker. Meskipun demikian, studi ini masih merupakan langkah pertama. Dikatakan, jahe dapat membunuh sel kanker dengan dua jalan, yaitu proses penghancuran yang dinamakan apoptosis dan autophagy, proses pemakanan sel.

Jika Hal ini diuraikan para ahli dalam pertemuan American Association for Cancer Research. Menurut Dr. Rebecca, banyak penderita kanker yang mengalami resistensi terhadap kemoterapi standar, di mana tindakan kemoterapi merupakan proses apoptosis. Sementara jahe yang memiliki kemampuan memakan sel (autophagy) dapat membantu mereka yang mengalami resistensi terhadap kemoterapi. American Cancer Society melaporkan kanker ovarium membunuh 16.000 dari 22.000 wanita AS.

Tanaman Jahe terbukti dapat mengontrol keadaan inflamasi, yang berhubungan dengan perkembangan sel kanker ovarium. Dalam penelitian lain terhadap terapi kanker dilakukan dengan menggunakan tikus yang diberikan capsaicin (salah satu kandungan pada cabai), Sanjay Srivastava dari Universitas Pittsburgh School of Medicine, AS, mendapati bahwa capsaicin ternyata dapat mematikan sel kanker pankreas. Capsaicin membuat sel-sel kanker mati dan memiliki kemampuan memperkecil ukuran tumor.

Senin, 11 Oktober 2010

Tips Mengenali Penyebab dan Tanda-Tanda Kanker Payudara

Apa itu kanker payudara ? dan apa tanda-tanda kanker payudara ? . kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari sel kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara, tidak termasuk kulit.
Setiap 1-2 dari 10000 perempuan di dunia di perkirakan akan mengalami kanker payudara setiap tahunnya. Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian yang diakibatkan oleh kanker pada perempuan di seluruh dunia. Dengan mengetahui penyebab dan tanda-tandanya secara dini. Semoga para ibu-ibu dapat terhindar dari penyakit kanker Payudara ini.
Secara pasti belum diketahui, Hanya bisa ditandai pada wanita yang mempunyai faktor resiko dibawah ini :
  • Umur diatas 30 tahun ( sekarang, dibawah 20 tahun juga sudah ditemukan kanker payudara ).
  • Riwayat dalam keluarga ada yang menderita kanker payudara ( sekarang ini juga tidak mutlak karena tanpa ada riwayat keluarga juga bisa terkena ).
  • Punya riwayat tumor.
  • Haid terlalu muda atau menopause diatas umur 50 tahun.
  • Tidak menikah / tidak menyusui.
  • Melahirkan anak petama diatas usia 35 tahun.
  • Sering terkena radiasi ( Bisa dari sering melakukan pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan alat X-ray ).
  • Pola makan dengan konsumsi lemak berlebihan.
  • Kegemukan.
  • Konsumsi alcohol berlebihan.
  • Mendapatkan terapi hormonal dalam jangka panjang.
  • Stress.
Dan apa saja tanda-tanda kanker payudara :
  • Adanya penambahan ukuran besar yang tidak biasa pada payudara.
  • Salah satu payudara menggantung lebih rendah dari biasanya.
  • Terdapat lekukan seperti lesung pipit pada kulit payudara.
  • Cekungan atau lipatan pda puting.
  • Keluar ciran seperti susu atau darah dari salah satu puting.
  • Adanya benjolan pada payudara.
  • Pembesaran kelenjar getah bening pada lipatan ketiak atau leher.
  • Pembengkakan pada lengan bagian atas.

Sabtu, 02 Oktober 2010

Tips Mencegah Kanker Serviks

Kanker serviks. Mungkin Anda masih asing dengan istilah tersebut, sebenarnya kanker serviks adalah istilah dari kanker leher rahim yang selama ini sudah sering terdengar atau dibahas di berbagai media. Bahkan berdasarkan info dari situs resmi WHO telah terjadi 250.000 kematian disebabkan oleh kanker serviks di tahun 2005. 

Gejala Kanker Serviks :
Hilangnya nafsu makan dan menurun berat badan.
Nyeri tulang panggul dan tulang belakang.
Terjadi pembengkakan pada kaki.
Keluarnya feaces menyertai urin melalui vagina.
Menstruasi tidak normal (lebih lama dan lebih banyak).
Keputihan dan timbul bau, dengan cairan encer dengan warna coklat atau pink, mengandung darah.
Namun penyakit yang disebabkan oleh Human papilloma virus (HPV) terkadang pada tahap awal tidak ada gejala yang tampak. Untuk itu diperlukan adanya pemeriksaan panggul dan test pap smear untuk mengetahui penyakit kanker serviks dari awal.

Test Pap Smears :
Tes ini untuk mengetahui dan mendeteksi sel abnormal terdapat hanya pada lapisan luar dari serviks dan tidak menginvasi bagian lebih dalam. Warning! Jika tidak ditangani, sel abnormal ini dapat berubah menjadi sel kanker, dimana dapat menyebar pada beberepa tempat sekitar serviks, vagina bagian atas, area pelvis, dan bagian lain dari tubuh.
Tes HPV DNA Terdapat juga pemeriksaan HPV DNA untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi. Pada tes ini diambil jaringan dari serviks untuk diperiksa di laboratorium.
Diagnnosis Jika hasil Pap Smear memperlihatkan sel kanker, pasien dapat menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Diagnosa yang dilakukan yaitu dengan memeriksa serviks dengan kolposkopi – memeriksa sel dengan mikroskop khusus. Setelah itu mengambil sample sel serviks – dengan biopsi.

Pencegahan Kanker Serviks :
Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dan pemberian vaksin HPV. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa respon imun bekerja dua kali lebih tinggi pada remaja putri berusia 10 hingga 14 tahun dibanding yang berusia 15 hingga 25 tahun.
Mengurangi faktor resiko: berhubungan seksual pada usia muda (di bawah 20 tahun), dan berganti-ganti pasangan seksual.
Secara berkala (satu tahun sekali) dilakukan pemeriksaan panggul dan pap smear untuk mengetahui gejala lebih awal.
Indonesia juga mengembangkan deteksi dini dengan IVA, Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. Pencegahan melalui IVA, pap smear, ataupun vaksinasi yang dilakukan di negara-negara lain dapat mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks sampai 50 persen. Bahkan di Amerika Serikat, menurut American Cancer Society, penurunan mencapai 75% setelah tes Pap Smear dilakukan secara luas.
Untuk pengobatan, jika telah ditemukan adanya gejala kanker serviks segera menghubungi dokter untuk tindakan lebih lanjut.